Jumat, 19 Oktober 2012

Hutang wesel

Hutang wesel yaitu pembelian secara kredit disertai dengan perjanjian secara tertulis tentang kesanggupan membayar . kewajiban kepada pihak lain yang dibuktikan dengan janji tertulis untuk memmbayar sejumlah uang tertentu dengan kesanggupan yang sedah ditentukan..
Ada beberapa macam hutang wesel,
a. hutang wesel yang berbunga.
    yaitu hutang yang dibayar pada saat jatuh tempo ditambah dengan bunga <nilai nominal+bunga>
b. hutang wesel yang tidak berbunga.
    adalah hutang yang dibayar paa saat jatuh tempo hanya membayar secara nominal saja.


Contoh soal wesel yang tidak berbunga.
  1. 15 agust '09. PT. Makmur membeli barang dagangan dari UD. Murni sebesar Rp. 60.000.000
                         dengan syarat pembayaran 2/10 n/30.
  2. 25 agust '09. PT. Makmur deserahkan promes srta wesel bayar 30 hari sebagai pengganti hutang
                        dagang.
  3. 23 sept '09. PT. Makmur melunasi hutang kepada UD. Murni.


    Jurnalnya..
    '09 agust 15. pembelian                     Rp. 60.000.000
                         --hutang dagang                        Rp. 60.000.000
                   25. hutang dagang.             Rp.60.000.000
                         --hutang wesel                         Rp. 60.000.000
          sept   23. hutang wesel                Rp. 60.000.000
                         --kas                                       Rp. 60.000.000

Macam-maam hutang

Macam-macam hutang sendiri sebenernya ada dua:
Diantaranya 1. Hutang jangka pendek
                    2. Hutang jangka panjang

Hutang jangka pendek sendiri ada 6, adalah:
1. Hutang wesel/wesel bayar
2. Hutang usaha
3. Biaya yang masih harus dibayar
4. Hutang pajak
5. Pendapatan diterima dimuka
6. Hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo

Sedangkan hutang jang panjang ada 2, yaitu;
1. Hutang Hipotik
2. Hutang obligasi

Prosedur pencatatan hutang lanjutan..

 3. Voucher      Sebenernya voucher sendiri juga ada, adalah:
      A. Voucher
      B. Voucher register <sebagai jurnal pembelian>
            Jurnalnya: Debet: pembelian
                            Kredit: hutang register
      C. Cek register <sebagai juranl pengeluaran kas>
           Jurnalnya: Debet: hutang voucher
                           Kredit: kas

Prosedur Pencatatan Hutang

1. Buku besar hutang untuk tiap kreditor
Jurnalnya:
  • Jurnal pembelian ==> Debet: Pembelian
                                      Kredit: Hutang dagang
  • Jurnal pengeliuaran kas ==> Debet: Hutang dagang
                                                Kredit: Kas

2. Satu buku besar hutang untuk semua kreditor
Jurnalnya:
  • Jurnal pembelian ==> Debet: Pembelian
                                      Kredit: Hutnag dagang
  • Jurnal pengeluaran kas ==> Debet: Hutang dagang
                                               Kredit: Kas

Mutasi Hutang

Dalam mutasi hutang ada:
1. Saldo awal hutang
2. Pembelian kredit <jurnal pembelian>
3. Retur pembelian <jurnal pengeluaran kas>
3. Pembayaran hutang <jurnal umum>

Keempat transaksi tersebut dicatat didalam buku besar pembantu hutang.

Pencatatan hutang dengan cara kedua

Yang dimaksud disini adalah, pencatatan kartu hutang dalam satu buku besar hutang untuk semua kreditor.
1. Buku besar hutang
    ==> dicatat setiap akhir periode dan diambil dari jurnal.
2. Buku bantu hutang
    ==> dicatat setiap transaksi dan diambil dari faktur BKK <Bukti Kas Keluar>

Mengelola Kartu Hutang

Terdapat 2 jenis pembelian, pembelian kredit dan pembelian tunai. Setiap pembelian kredit pembelian tersebut akan menimbulkan hutang, sedangkan pembelian tunai, pembelian ini musti dicatat dalam jurnal pengeluaran kas.
Dalam mengelola kartu hutang kita sangat membutuhkan yang namanya:
1. Buku transaksi
2. Buku jurnal/pembelian
3. Buku besar hutang, pembvelian, kas, retur pembelian
4. Neraca saldo inget yah saldo normalnya dikredit..
5. Neraca lajur
6. Laporan keuangan di neraca <passiva>

Hal yang harus sangat diperhatikan dalam memproses kartu hutang

Hal yang harus sangat diperhatikan dalam memproses kartu hutang.
1. Saldo awal hutang.
2. Pembelian secara kredit.
3. Pembayaran hutang.
4. Retur pembelian

Jangan lupa juga nih, setiap ada transaksi yang berhubungan dengan hutang secara bersamaan harus dibuat:
1. Jurnal, bisa meliputi jurnal pembelian, jurnal pengeluaran kas, jurnal umum.
2. Buku bantu tentunya, setelah itu baru dibuat buku besar pembantu hutang.

Prosedur Pencatatan Kartu Hutang

Prosedur Pencatatan Kartu Hutang


Prosedur Pencatatan Kartu Hutanag ada 3 macam:
1. Satu buku besar hutang untuk tiap kreditor
2. Satu buku besar hutang untuk semua kreditor
3. Voucher

Definisi Kartu Hutang


Pengertian kartu hutang.

Kartu hutang atau dalam bahasa Inggrisnya creditor's account, adalah formulir yang digunakan untuk mencatat penambahan dan pengurangan hutang kepada salah satu pemasok atau kreditur. Kartu hutang itu biasanya memuat informasi tentang hutang kepada salah satu kreditur.